Kamu Tipe Mana: Multitasker atau Single-Tasker?

“Apa kelebihan kamu?”

“Kelebihan saya multitasking, Pak”

Kamu pernah berada di situasi demikian? 

Kamu pernah berada di situasi demikian? Jika iya, kamu perlu memikirkan ulang atas jawaban itu. Karena bisa jadi, pemahamanmu berbeda dengan orang lain. Lalu, apa sih sebenarnya multitasking itu?

Umumnya, multitasking dipahami sebagai kemampuan seseorang mengerjakan dua kegiatan dalam satu waktu. Misalnya, kamu sedang mengerjakan sesuatu di laptopmu sambil mendengarkan musik melalui earphone. Sesekali, matamu melirik ke layar smartphone untuk mengecek notifikasi chat dari teman. Ya, kurang lebih seperti itu. Tanpa sadar, kita sering sekali multitasking. Bahkan kadang kita merasa hal tersebut merupakan sesuatu yang baik, karena dapat menyelesaikan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Sayangnya, hal tersebut adalah hal yang keliru.

Rebecca G Martin, pakar dunia kerja di New York mengatakan, sebenarnya otak manusia hanya bisa memproses suatu hal pada suatu waktu. Ada pun kemungkinan kita bisa melakukan multitasking adalah kondisi di mana otak kita melakukan fast switching atau berganti tugas dengan cepat. Nah, kondisi tersebut sebenarnya sangatlah tidak efektif karena bisa menurunkan produktivitas.

Bahkan berdasarkan penelitian di Univesitas of Copenhagen, Denmark menunjukkan bahwa otak akan menyimpan lebih sedikit informasi di saat kita kerap berganti fokus dari satu layar ke layar lain. Tak hanya itu, ditemukan juga hasil bahwa hormon yang mengganggu proses berpikir pun akan dikeluarkan. Hal tersebut pada akhirnya sangat mungkin akan menurunkan kecerdasan. 

Nah, ada pun kebalikan dari multitasking adalah single-tasking. Jika kamu mulai merasa cepat lelah saat melakukan pekerjaan, kamu bisa mengevaluasi cara kerjamu. Apakah kamu membuka tabs windows yang sebenarnya tidak diperlukan? Apakah kamu terlalu sering mengecek notifikasi di smartphone saat bekerja? Atau bahkan melakukan pekerjaan sembari mengobrol dengan teman?

Jika kamu sering melakukan hal tersebut, sudah saatnya mengubah kebiasaan dengan menjadi single-tasker. Bisa mulai dari mematikan notifikasi media sosial saat kamu bekerja atau menutup tab windows yang tidak diperlukan untuk mengurangi distraksi. Dengan kamu melakukan single-task, besar kemungkinan kamu tidak akan mudah lelah dan pekerjaan pun selesai lebih cepat.

Nah, kalau kamu tipe yang mana nih?

Share yuk kesini
Masih belum menemukan jawaban? Yuk hubungi kami
Hubungi