7 Juta jiwa belum memiliki pekerjaan! Solusinya?

“Yang nganggur 7 juta lebih. 7 juta itu (setara) lebih dari satu negara itu,” ujar Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam Rakornas Investasi 2020, di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Dilansir dari liputan 6, Tito juga mengungkapkan tingginya pertumbuhan penduduk Indonesia per tahunnya, membuat angka pengangguran semakin tinggi. Tercatat ada 7 juta jiwa yang saat ini belum memiliki pekerjaan.

Tingginya angka pengangguran ini bisa memicu tindakan negatif, “Kalau mereka nganggur yang terjadi bukan bonus demografi, tapi bencana demografi. Karena nganggur, nggak ada kerjaan lain, apa saja dikomenin, masuk grup ini, masuk grup itu. Itu kita lihat. Saya punya saudara yang termasuk agak keras di sana. Padahal saya tahu dia nggak radikal, dalam pemahaman ideologi dia nggak radikal. Tapi kok terlihat radikal sekali kalau di medsos. Setelah saya pelajari, pengangguran ternyata” jelasnya.

Melihat fakta di atas tentunya membuat sebagian orang khawatir akan masa depannya. Wajar dan kami mengerti akan keadaan ini, tapi tentunya sebagai masyarakat Indonesia harus mengerti faktor apa saja yang menyebabkan hal ini bisa terjadi.

Bukan karena peluang yang semakin sulit, tapi juga sebagai SDM kita perlu memiliki kemampuan yang diperlukan sebagai seorang pekerja profesional. Namun sayangnya untuk memiliki skill yang tinggi, dan bisa bersaing dengan jutaan kandidat di luar sana, perlu ada yang dilakukan salah satunya mengikuti kelas pengembangan diri yang harganya terbilang tidak murah. 

Ya, fakta ini sangat tidak menyenangkan, tapi tenang saja karena dengan bergabung dengan menjadi sobat Agent di bawah Ralali Partner, kamu bisa memiliki kemampuan di luar rata-rata, yang bisa didapatkan tanpa mengeluarkan biaya. Asyik kan, makanya yuk bergabung sekarang 

Data BPS

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengangguran pada Agustus 2019 sebesar 7,05 juta orang. Angka ini naik sebesar 50.000 orang dari tahun lalu di periode yang sama mencapai 7 juta orang. Namun, secara persentase, angka pengangguran turun menjadi 5,28 persen dari Agustus 2018 sebesar 5,34 persen.

Sementara, 126,51 juta orang adalah penduduk bekerja. Di mana, jumlah angkatan kerja adalah 133,56 juta orang. Jumlah angkatan kerja ini naik sebesar 2,55 juta orang.

“Sejalan dengan naiknya angka angkatan kerja, maka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat dari waktu ke waktu,” kata Kepala BPS, Suhariyanto, di Kantornya, Jakarta, Selasa (5/11).

Share yuk kesini
Masih belum menemukan jawaban? Yuk hubungi kami
Hubungi