Jemput Rezeki #DiRumahAja

Yuk Kenalan lebih dekat dengan Covid-19.

Covid-19 yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis virus yang ditularkan melalui manusia ke manusia. Penyebaran virus ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan Cina pada akhir Desember 2019 dan sudah tersebar di 176 negara, termasuk Indonesia. Maraknya penyebaran virus Covid-19 membuat pemerintah akhirnya memunculkan kebijakan untuk masyarakat menerapkan social distancing atau yang lebih dikenal dengan gerakan #DiRumahAja. 

Menurut pemerintah sendiri nih, gerakan #DiRumahAja merupakan salah satu pencegahan penyebaran COVID-19. Tapi sayangnya aturan ini nggak berdampak positif untuk semua kalangan, bagi beberapa masyarakat yang mendapatkan penghasilan tetap setiap bulannya hal ini tidak menjadi masalah, namun bagi kamu yang bekerja mengandalkan pendapatan sehari-hari tentu hal ini menjadi masalah bukan ?

Tenang aja, kamu nggak perlu khawatir karena di era digital sekarang ini membuat siapapun lebih mudah mendapatkan penghasilan walau #DiRumahAja, salah satunya melalui Social Commerce.

Social Commerce adalah sebuah platform yang menghubungkan produsen (principal, distributor, agen) dengan reseller. Mereka yang tergabung menjadi reseller dapat melakukan jual beli melalui melalui offline (arisan, lingkungan rumah) maupun online (Instagram, Facebook, atau Whatsapp). Serunya lagi nih, produsen membebaskan para reseller menentukan harga dan keuntungan yang diinginkan, asik banget!

Lalu, kenapa harus Social Commerce ? Dari 319 juta penduduk Indonesia sekitar 64,8 persen sebagai pengguna internet dan 160 juta yang sudah menggunakan sosial media, termasuk kamu. Ini saatnya kamu bisa mendapatkan penghasilan dengan memanfaatkan konsep berjualan melalui sosial media lho.

Nah, pengen tahu lebih lanjut tentang Social Commerce di Ralali.com ? Yuk tunggu apalagi, berikan pendapat mu melalui link ini dan nantikan informasi selanjutnya ya!

Siap-siap jemput rezeki #DiRumahAja

Share yuk kesini
Masih belum menemukan jawaban? Yuk hubungi kami
Hubungi