Waktunya Kerja Cerdas

Sesuka apapun pekerjaan yang kita kerjakan, pasti ada titik dimana kita merasa jenuh dan penat. Walau bagaimanapun bekerja memang bukan hal yang mampu terus memunculkan antusiasme setiap harinya.

Kemudian, bagaimana agar bisa menjalani pekerjaan agar lebih ringan? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah kerja cerdas!.

Apa Itu Bekerja Cerdas?

Bekerja cerdas bukanlah tentang mengalokasikan waktu lebih panjang untuk melakukan suatu pekerjaan, namun bekerja cerdas adalah upaya menyeimbangkan seluruh lini kehidupan agar nantinya membawa dampak positif pada produktivitas.

Lalu apa langkah-langkah agar kamu bisa bekerja dengan cerdas?

1. Buat Prioritas

Buat skala prioritas dalam daftar pekerjaan yang harus selesai pada saat hari itu juga, cobalah untuk membuat to do lists mu sesingkat mungkin. Hanya dengan 3 hal terpenting saja.

3 pekerjaan yang kamu masukkan dalam to do lists (Daftar Pekerjaan) ini adalah hal yang harus paling awal diselesaikan. Pekerjaan yang apabila tidak kamu lakukan sesegera mungkin bisa membuatmu tidak produktif dan bukan itu dari esensi kerja cerdas.

Selesaikan pekerjaan terpenting di awal hari. Jika kamu terus menundanya, kamu hanya akan kehabisan waktu dan lagi-lagi tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut. Jika tugas terpentingmu sudah selesai di awal, sisa harimu akan terasa lebih ringan.

Jika 3 tugas tersebut sudah bisa kamu selesaikan, kamu bisa berpindah ke tugas-tugas yang lain. Inilah cara efektif bekerja dengan cerdas, kamu harus bisa menempatkan prioritas sesuai tingkat kepentingan tugas yang ada dihadapanmu.

2. Fokus Pada Apa yang Bisa Kamu Selesaikan

Faktor utama dari bekerja cerdas adalah bagaimana kamu bisa lebih produktif dalam waktu yang sedikit. Mulailah mengubah sudut pandang soal produktivitas ini, produktivitas bukan lagi soal berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan namun produktivitas adalah tentang apa saja yang bisa kamu lakukan dan mampu kamu selesaikan.

Bagi beberapa pekerjaan yang harus kamu selesaikan dalam poin-poin kecil. Semisal kamu seorang Sales Canvassing yang ingin menyelesaikan pekerjaan di hari itu. Jangan katakan pada dirimu,

“Ayo selesaikan pekerjaan ini dalam 5 jam!”

namun gantilah dengan,

“Oke, saya harus menawarkan produk. Saya harus tau keunggulan produk ini, kemudian cara menjualnya.”

Membagi tugas ke dalam poin-poin kecil akan membuat pekerjaanmu lebih tertata dengan baik. Selain itu, kepuasan saat mampu menyelesaikan tugas-tugas kecil juga bisa jadi penyemangat untuk lanjut ke tugas kecil berikutnya.

3. Bangun Semangat “Ini Saatnya Bekerja”

Hal penting lainnya adalah membangun semangat untuk bekerja. Awal hari adalah waktu yang paling bisa bermanfaat untuk bekerja dengan produktivitas penuh, namun awal hari juga akan menjadi waktu yang sangat “mengerikan” jika tidak disikapi secara bijak. Pada saat kamu tidak tahu apa yang harus dikerjakan hari itu, kamu akan hilang arah dan tidak mengerjakan sesuatu apapun.

Maka dari itu, penting untuk menciptakan kebiasaan dimana kamu tahu kapan harus benar-benar fokus dan mulai bekerja. Kebiasaan ini bisa melibatkan kegiatan-kegiatan menyenangkan di dalamnya. Contohnya sebelum berangkat bekerja meminum segelas kopi agar menambah semangat.

Menciptakan rutinitas dan menemukan pendorong untuk bekerja akan membantu kamu tidak punya kesempatan bermalas-malasan tanpa menghasilkan apapun pada hari itu.

4. Temukan Kebiasaan yang Membuang Waktu

Banyak orang terlena dengan mencoba berbagai metode meningkatkan produktivitas, sebelum benar-benar menuntaskan masalah yang selama ini menghambat laju pekerjaan mereka. Satu-satunya cara untuk mencari masalah dalam produktivitas kamu adalah dengan melakukan pelacakan pada seluruh kegiatan yang kamu lakukan hari itu.

Amati seluruh kegiatanmu sepanjang hari, temukan faktor dimana kamu banyak menghabiskan waktu namun tidak menghasilkan hasil apapun. Faktor ini bisa kamu temukan di ritual berdandanmu yang terlalu lama, kebiasaan membuka situs media sosial pada saat kerja, sampai kemacetan yang membuatmu stres, bahkan rasa malas.

Dengan menemukan faktor yang paling banyak membuang waktumu, kamu akan lebih tahu apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan produtivitas kamu secara cerdas.

5. Buat Dirimu Berhenti Bekerja

Yapp, Kamu tidak salah lihat. Kebiasaan bekerja tanpa henti juga tidak akan serta merta membawa dampak positif bagi produktivitas kamu!

Dengan tidak memiliki waktu berhenti yang cermat, kamu akan cenderung menunda melakukan tugas terpentingmu karena merasa punya waktu yang panjang untuk melakukannya. Pada akhirnya, tugas terpenting tersebut juga gagal diselesaikan.

Ciptakan rutinitas yang membuatmu tahu kapan harus berhenti. Kamu bisa menggunakan jam sebagai patokan waktu, atau menciptakan kegiatan selepas kerja yang harus kamu lakukan seperti olahraga, acara keluarga maupun bertemu kawan-kawan. Pada saat kamu tahu kapan harus berhenti bekerja, secara tidak sadar kamu akan menciptakan sistem dalam dirimu untuk bekerja dengan lebih terorganisir.

Kamu tidak harus serta merta memeluk erat pekerjaanmu. Pulanglah, beri waktu untuk dirimu sendiri. ada sisi lain kehidupan yang juga perlu kamu berikan waktu agar tidak lepas dari kendali dirimu.




Masih belum menemukan jawaban? Yuk hubungi kami
Hubungi